Lihat Berita

PGRI Jawa Timur Siapkan Satu Juta Guru Mahir AI Dan Koding Untuk Transformasi Digital

19 Juni 2026    38

Sinergi multipihak dalam peluncuran resmi PGRI POWER Jawa Timur di Gedung Indosat Kayoon Surabaya, Rabu (17/6/2026). Dihadiri oleh Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., bersama jajaran Dinas Pendidikan, perwakilan organisasi kejuangan, serta mitra industri strategis demi suksesnya gerakan satu juta guru mahir teknologi.

Menatap Masa Depan Pendidikan: PGRI Jawa Timur Siapkan Satu Juta Guru Mahir AI dan Koding untuk Transformasi Digital

By: Ali Basyah

Surabaya, 17 Juni 2026 - Dunia pendidikan saat ini tengah berada di pusaran transformasi digital yang bergerak sangat cepat dan fundamental. Kehadiran teknologi Kecerdasan Artifisial (AI) serta kebutuhan akan kemampuan koding bukan lagi sekadar opsi atau tren sesaat, melainkan telah menjadi kebutuhan mendesak yang menentukan arah masa depan pembelajaran. Menghadapi tantangan besar ini, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengambil langkah konkret dan visioner untuk memastikan bahwa para pendidik di tanah air tidak hanya menjadi penonton, melainkan motor penggerak perubahan tersebut.

Melalui komitmen kebangsaan yang kuat, PGRI secara resmi meluncurkan gerakan nasional bertajuk PGRI POWER untuk mencetak satu juta guru yang mahir memanfaatkan Koding dan AI di seluruh Indonesia. Semangat luar biasa ini dikobarkan pertama kali secara masif dari Jawa Timur, menjadikannya sebagai provinsi pelopor yang siap menginspirasi daerah lain. Langkah strategis ini dirancang untuk menyalakan kesadaran kolektif para guru bahwa penguasaan teknologi mutakhir adalah kunci utama dalam merawat relevansi pendidikan bagi generasi masa depan.

Ketua PGRI Jawa Timur, Dr. H. Djoko Adi Walujo, S.T., M.M., D.B.A., menegaskan bahwa penguasaan teknologi digital merupakan jawaban langsung atas perubahan pola belajar siswa yang kini sangat dipengaruhi oleh ekosistem digital. Sebagai mitra strategis pemerintah, PGRI secara aktif menyelaraskan langkah ini dengan regulasi terbaru, termasuk kebijakan SKB 7 Kementerian/Lembaga mengenai Pedoman Pemanfaatan dan Pembelajaran Teknologi Digital dan Kecerdasan Artifisial. Hal ini menjamin bahwa implementasi teknologi di lingkungan sekolah akan berjalan secara bijak, terarah, dan aman bagi perkembangan peserta didik.

Dalam arahannya, Dr. Djoko menitipkan pesan mendalam mengenai pentingnya menyikapi teknologi secara bijaksana tanpa melupakan jati diri bangsa. Beliau mengingatkan agar para guru senior yang sudah berusia tua tidak terjebak dalam sikap teknophobia yang cenderung menolak kehadiran AI, karena perkembangan ini tidak bisa dihindari. Di sisi lain, beliau juga memberikan peringatan keras kepada generasi guru muda agar tidak menjadi teknomania—yakni terlalu mengagungkan teknologi secara berlebihan tanpa mengimbanginya dengan nilai-nilai luhur perjuangan kemerdekaan.

Berangkat dari refleksi penting tersebut, perhelatan akbar ini secara khusus menghadirkan Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan 45 (DHD BPK 45). Kehadiran organisasi kemasyarakatan ini menjadi pilar penyeimbang yang sangat strategis, mengingat fokus mereka yang teguh pada pelestarian, pembudayaan, dan pewarisan nilai-nilai perjuangan, Pancasila, serta cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Sinergi ini memastikan bahwa secanggih apa pun teknologi AI dan koding yang dikuasai guru, roh pengajarannya tetap berakar kuat pada semangat nasionalisme dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa.

Guna memastikan pemerataan kompetensi yang selaras dengan nilai luhur tersebut, seluruh wilayah Jawa Timur telah dipetakan ke dalam empat zona strategis. Keberhasilan penyiapan program ini juga terwujud berkat ekosistem kemitraan yang solid, di mana Universitas Adi Buana Surabaya turut mengawal dari sisi penguatan akademik institusional, sementara SMK PGRI 3 Malang dan SMK PGRI 1 Gresik hadir memberikan dukungan penuh pada aspek teknis-operasional di lapangan. Pola pendampingan yang berbasis komunitas ini menumbuhkan optimisme besar bahwa ekosistem digital yang sehat dan berkarakter akan segera terbentuk di seluruh satuan pendidikan.

 

Jajaran tamu VIP beserta pengurus PB PGRI dan PGRI Jawa Timur berpose bersama pimpinan Indosat Ooredoo Hutchison di depan AI-RAN Research Center, Gedung Kayoon, Surabaya. Kunjungan ini mempertegas komitmen sinergi antara dunia pendidikan dan industri teknologi dalam mengawal kesuksesan program Satu Juta Guru Mahir AI dan Koding.

Sebagai bentuk perwujudan nyata, gerakan ini ditandai dengan peluncuran PGRI POWER Provinsi Jawa Timur yang digelar secara megah pada Rabu, 17 Juni 2026. Momentum bersejarah ini dapat terlaksana dengan sangat baik berkat penyediaan akomodasi tempat dan ruang representatif dari Indosat di Gedung Kayoon Surabaya, serta dukungan dari  Penerbit Buku Intan Pariwara. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, perwakilan DHD BPK 45, serta 300 guru perwakilan dari 38 kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

Sehari sebelum peluncuran, penguatan internal telah dimulai melalui workshop intensif yang mengupas tuntas metode SPARK, pengenalan LMS Erunex, pemanfaatan Canva AI, hingga penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Bagi seluruh anggota PGRI yang ingin ikut serta mengambil bagian dalam transformasi ini dan menyimak kembali jalannya pelatihan, seluruh rangkaian materi dapat diakses secara daring melalui kanal YouTube resmi PGRI PGRI POWER. Mari bersama-sama kita tingkatkan kompetensi, bergerak serentak demi mewujudkan generasi emas Indonesia yang cerdas digital dan berkarakter luhur.


Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Djoko Adi Walujo, ST, MM, DBA, saat memberikan arahan pada Workshop Penguatan Tim PGRI POWER di Gedung Guru Indonesia, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026). Beliau menekankan pentingnya menyeimbangkan kompetensi teknologi dengan pewarisan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus.